Senin, 14 November 2011

Antipasi dalam pencegahan Nyamuk Aedes aegepty

Contoh di Bekasi Selatan
 - Dinas Kesehatan Kota Bekasi,  gencar melakukan upaya pencegahan penyakit demam berdarah dengue pada musim pancaroba melalui aktivitas aksi kebersihan, yang
dihubungan dengan upaya meraih Adipura.
"Sesuai informasi dari Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG), sebagian besar daerah di Indonesia mulai diguyur hujan pada Oktober 2011, sehingga masyarakat harus waspada pada penyakit pada musim pancaroba," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Anne Nur Chandrani, di Bekasi, Senin.
Menurut dia, di musim pancaroba seperti sekarang ini, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi tidak lagi mengkhawatirkan merebaknya penyakit demam berdarah dengue (DBD) karena upaya pencegahan yang berkorelasi dengan semangat merebut kembali Piala
Adipura diyakini efektif.
Anne mengatakan, upaya tersebut ialah penggalakan pemberantasan sarang nyamuk di rumah-rumah warga.
Pemberantasan digalakkan seiring kampanye program ketertiban, kebersihan, dan keindahan (K3) hingga ke lingkungan kelurahan.
"Kami selaraskan dua program ini. Pertimbangannya, dengan melaksanakan program K3, warga terdorong untuk menjamin lingkungannya tetap bersih. Lingkungan kotor berupa
genangan-genangan air yang menjadi tempat tumbuh kembang nyamuk 'Aedes aegypti' penyebar DBD dibersihkan. Otomatis, potensi nyamuk bersarang pun dimusnahkan," ujarnya.
Pihaknya saat ini lebih berkonsentrasi pada upaya pencegahan berupa pemberantasan sarang nyamuk dengan melakukan pengasapan di lokasi yang telah terjangkit nyamuk.
"Jangan sampai jentiknya dibiarkan dan tetap berpotensi menyebar penyakit kala bertambah besar," katanya.
Ia menjelaskan, kampanye pemusnahan sarang nyamuk lebih digencarkan Dinkes ke daerah-daerah yang potensinya tinggi akan terjangkit penyakit DBD. Salah satu lokasinya berada di Kecamatan Bekasi Timur, tepatnya daerah Karang Kitri.
"Di sana rawan karena penduduknya padat," kata Anne.
Lebih lanjut Anne mengatakan, Dinkes tidak terlalu khawatir menghadapi musim pancaroba kali ini. Selain karena pencegahan telah dilakukan maksimal, juga karena tren DBD cenderung turun. Puncaknya terjadi pada Mei 2011 dan setelahnya berangsur turun.

Dampak setelah terserang penyakit DBD

ETIOLOGI 

DF dan DHF disebabkan oleh virus dengue, merupakan virus dari genus Flavivirus, yang memiliki beberapa jenis yaitu DEN-1 sampai DEN-4, dan di Indonesia palng banyak adalah virus DEN-3. Infeksi virus dengue ini dapat terjadi reaksi silang dengan virus lain seperti virus yellow fever, japanese enchepalitis dan west nile virus, yang akan memperberat gejala dari infeksi virus ini sendiri. 

EPIDEMOLOGI 

Demam berdarah dengue tersebar di wilayah Asia tenggara, Pasifik barat dan Karibia. Indonesia merupakan wilayah endemis dengan sebaran di seluruh wilayah tanah air. Angka kejadian DBD di Indonesia antara 6 hingga 15 oer 100.000 penduduk dan terus menurun hingga 2% pada tahun 1999.

Penularan infeksi virus dengue tejradi melalui vektor nyamuk genus Aedes (terutama A. aegypti dan A. albopictus). Peningkatan kasus setiap tahunnya berhubungan dnegan sanitasi lingkungan dengan tersedianya tempat perindukan bagi nyamuk betina yaitu bejana yang berisi air jernih (bak mandi, kaleng bekas dan tempat penampungan air). 

Beberapa faktor diketahui berkaitan dengan peningkatan transmisi virus dengue yaitu 1) vektor (nyamuk), terutama berhubungan dengan sanitasi lingkungan, 2) Penjamu (manusia) terdapatnya penderita dilingkungan, 3) Lingkungan : curah hujan, suhu, sanitasi dan kepadatan penduduk. 

PATOGENESIS 

Terdapat bukti kuat bahwa mekanisme imunopatologis berperan dalam terjadinya demam berdarah dengue dan demam dengue. Respon imun yang diketahui dalam patogenesis DBD adalah : a) respon humoral berupa pembentukan antibodi yang berperan dalam proses penghancuran virus, b) respon imun seluler, yang berperan terhadap penghancuran dari sel yang mengandung virus, c) Sel imunologis pertahanan awal, d) komplemen.
Pendapat lain menyatakan bahwa seseorang dapat terkena terkena demam berdarah apabila terinfeksi ulang oleh virus dengue dengan tipe yang berbeda. 
Dari berbagai teori ini dapat disimpulkan bahwa penularan virus demam berdarah ini selain dipengaruhi oleh faktor nyamuk dan ada tidak nya penderita di lingkungan sekitar juga tidak kalah penting adalah daya tahan tubuh sendiri, apabila daya tahan tubuh kita baik maka virus yang masuk ke dalam tubuh dapat di hancurkan sehingga tidak terjadi penyebaran dan menyebabkan gejala kelainan pada tubuh. 
Trombositopenia pada infkesi dengue terjadi melalui mekanisme : 1) penurunan fungsi pembentuk sel-sel darah di  sumsum tulang, 2) penghancuran dan penurunan fungsi dari trombosit.
Kondisi yang paling berbahaya pada proses penyakit ini adalah perdarahan pada hampir seluruh tubuh. Hal ini disebabkan akibat virus yang menginfeksi endotel dan menyebabkan gangguan fungsi dari endotel, sehingga pembuluh darah tidak berfungsi dengan baik  dan mengakibatkan kebocoran darah. Apabila kebocoran ini terjadi pada pembuluh darah kulit akan tampak bercak-bercak kemerahan pada kulit, apabila terjadi pada saluran pencernaan akan menyebabkan perdarahan yang terus menerus, kondisi ini dapat terjadi pada organ-organ lain seperti hidung, mata dan otak. 
PERJALANAN PENYAKIT 
Manifestasi dari penyakit ini dapat berupa gejala demam yang tidak khas, demam dengue, atau demam berdarah dengue, dan kondisi terberat adalah demam berdarah dengue dengan syok. 
Masa inkubasi dalam tubuh manusia sekitar 4 – 6 hari (rentang 3 – 14 hari) timbul gejala awal seperti : nyeri kepala, nyeri tulang belakang dan perasaan lelah. 
Demam dengue 
Merupakan penyakit demam akut selama 2 – 7 hari. Ditandai dengan dua atau lebih manifestasi klinis sebagai berikut : 
•    Nyeri kepala
•    Nyeri retro-orbital 
•    Mialgia / atralgia 
•    Ruam kulit 
•    Tanda-tanda perdarahan (petekie atau uji bendung positif)
•    Penurunan jumlah sel darah putih 

Demam Berdarah Dengue (DBD)
Berdasarkan kriteria WHO 1997 diagnosis DBD ditegakan bila semua hal di bawah ini : 
•    Demam atau riwayat demam akut, antara 2 – 7 hari
•    Terdapat minimal satu dari manifestasi perdarahan berikut : 
-    Uji bendung positif 
-    Petekie (bintik-bintik kemerahan di lipat tangan atau kaki), ekimosis (kemerahan pada kulit dengan batas tidak tegas) atau purpura (kemerahan atau ungu pada kulit yang tidak hilang pada tekanan)


Purpura 


Petekie 
-    Perdarahan mukosa (tersering epitaksis atau perdarahan gusi), atau perdarahan dari tempat lain 
-    BAB berdarah atau BAB hitam 
•    Trombositopenia ( trombosit < 100.000 / ul )
•    Terdatap tanda-tanda kebocoran plasma (minimal satu ) : 
-    Peningkatan Ht >20% dibandingkan standar sesuai dengan umur dan jenis kelamin.
-    Penurunan Ht > 20% setelah mendapat terapi cairan, dibandingkan dengan nilai hematokrit sebelumnya.
-    Tanda kebocoran plasma seperti : efusi pleura, asites atau hipoproteinemia 
Sindroma Syok Dengue (SSD)
Seluruh kriteria diatas ditandai dengan DBD disertai kegagalan sirkulasi  dengan manifestasi nadi yang cepat dan lemah, tekanan darah turun (< 20 mmHg), hipotensi dibandingkan standar sesuai umur, kulit dingin dan lembab serta gelisah. 

LABORATORIUM 
Pemeriksaan rutin dapat dilakukan berupa pemeriksaan : haemoglobin, haematokrit, leukosit, dan trombosit. Pemeriksaan antibodi yang lebih spesifik adalah IgG dan IgM dengue. 
•    Trombosit : umumnya terdapat penurunan pada hari ke 3 – 8. Angka trombosit kurang dari 100.000 merupakan indikasi untuk perawatan. 
•    Hematokrit : kebocoran plasma menyebabkan pengentalan dari darah, ditentukan dengan peningkatan kadar hematokrit yaitu > 20% yang biasanya terjadi pada hari ke 3. 
•    Faktor pembekuan darah (PT, aPTT) :  akan meningkat apabila di curigai sudah terjadi fase perdarahan. 
•    Ureum/kreatinin : merupakan pemeriksaan fungsi ginjal, dapat terjadi peningkatan akibat perdarahan yang hebat tanpa terapi yang adekuat. 
•    Elektrolit : melihat kekurangan cairan dalam tubuh akibat demam yang berkepanjangan dan asupan cairan yang kurang. 
•    Golongan darah : apabila diperlukan tambahan darah akibat pendarahan yang cukup banyak. 
•    IgM : terdeteik setelah hari ke 3 – 5, meningkat sampai minggu ke-3 dan menghilang setelah hari ke 60-90. 
•    IgG : pada infeksi primer terdeteksi pada hari ke 14, sedangkan infeksi sekunder terdeteksi pada hari ke 2. 

PENATALAKSANAAN
Seseorang yang dicurigai terkena demam berdarah dengue harus segera memeriksakan diri ke dokter. Selama proses sebelum pemeriksaan dapat dilakukan : 
-    Perbaikan cairan tubuh : minum dalam jumlah yang banyak terutama cairan pengganti elektrolit.
Kebutuhan cairan dianggap cukup pada orang dewasa apabila rasa haus telah hilang, air seni berwarna kuning jernih, jumlah air seni minimal 0,5 cc/kgBB/jam. Pada bayi kekurangan cairan ditandai dengan ubun-ubun cekung, air mata sedikit, mukosa bibir kering, air seni kurang dari 1 cc / kgBB / jam. 
-    Istirahat cukup. 
-    Makan-makanan lunak dan tidak mengandung lemak, agar tidak cepat mual.
-    Kompres air hangat untuk mengurangi rasa demam.
-    Periksa laboratorium sesuai petunjuk dari petugas kesehatan.

Jenis-jenis nyamuk demam berdarah

Jenis Jenis Nyamuk 
1. Nyamuk Aedes aegypti, seperti yang saya katakan tadi nyamuk ini adalah jenis nyamuk yang dapat menyebarkan virus berbahaya dengue yang menyebabkan penyakit demam berdarah. Selain pembawa virus dengue, nyamuk Aedes aegypti juga dapat menyebarkan virus demam kuning dan chikungunya.

2. Nyamuk Anopheles Quadrimaculatus, adalah nyamuk berbahaya yang dapat menyebarkan parasit penyebab Malaria. Jenis nyamuk ini senang keluar baik pada siang maupun malam hari, hanya nyamuk betinalah yang diketahui dapat menyebarkan penyakit mematikan Malaria. 

3. Nyamuk Adedes Albopictus, atau lebih dikenal dengan nyamuk harimau. Nyamuk jenis ini keluar pada siang hari dan bisa menyebarkan berbagai penyakit berbahaya, Jenis nyamuk ini banyak ditemukan di Asia.

4. Nyamuk Culex Pipiens, adalah nyamuk yang dianggap tidak berbahaya. Memiliki ukuran tubuh kecil dan biasa kita temukan disekitar kebun maupun rumah. 

Tanda-tanda DBD pada anak

Biasanya penderita demam berdarah dialami oleh bayi atau anak-anak, ditandai dengan ruam-ruam pada kulit.
Pada anak yang lebih besar sampai orang dewasa, dengan gejala sebagai berikut:
1. Si penderita dimulai dari demam tinggi secara tiba-tiba, kurang lebih mencapai 39oC - 40oC.
2. Selama 2-7 hari penderita merasa sakit kepala yang hebat.
3. Pada kulit tangan atau kaki penderita demam berdarah terlihat bercak-bercak merah.
4. Apabila mau menelan sesuatu terasa nyeri di perut, sehingga merasa mual-mual dan muntah-
muntah.
5. Kalau penderita cukup parah maka sering mengalami pendarahan di hidung (mimisan).

Pada umumnya gejala demam berdarah dapat dikelompokkan menjadi 2 tahap yaitu :

A. Gejala awal bagi penderita demam berdarah, meliputi :
a. Mendadak panas tinggi selama 2 sampai dengan 7 hari
b. Tampak lemah dan lesu
c. Sering terasa nyeri di ulu hati
d. Tampak bintik-bintik merah pada kulit dan mulut.

B. Gejala lanjutan, meliputi :
a. Bila sudah parah penderita gelisah, tangan dan kakinya dingin disertai keluar keringat
b. Kadang-kadang terjadi pendarahan di hidung (mimisan)
c. Terjadi muntah-muntah dan berak darah

Langkah-langkah menghindari DBD

Kunci utama penanganan DBD

Serangan demam berdarah dengue (DBD) kembali melanda beberapa daerah di Kab. Sukabumi. Hingga Februari 2011, tercatat jumlah penderita positif DBD 42 orang. Para penderita mayoritas berada atau tinggal di beberapa zona endemik DBD. Data di kantor Penanggulangan Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan (P2MPL) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kab. Sukabumi menyebutkan, zona rawan serangan DBD berada di daerah lintasan protokol di Kab. Sukabumi, di antaranya Sukalarang, Sukaraja, Cisaat, Cibadak, Parungkuda, dan Cicurug. Sejumlah daerah lain yang juga dinyatakan zona merah DBD di antaranya Kec. Cikembar, Palabuhanratu, Jampang Kulon, dan Surade. Kepala Bidang P2MPL Dinkes Kab. Sukabumi, Dadang Sucipta ketika dihubungi "GM", Selasa (15/3), menyebutkan, jika melihat kasus per kasus penderita DBD di Kab. Sukabumi sampai saat ini domiman penderitanya berada di daerah endemik DBD. "Namun sebagian besar penderita yang dilarikan ke rumah sakit berhasil ditolong. Mereka kini sudah bisa pulang ke rumah masing-masing," ungkapnya. Hanya saja, katanya, petugas di lapangan, baik dari puskesmas maupun Dinkes sampai saat ini masih terus intensif melakukan monitor di beberapa daerah rawan serangan DBD. "Namun sejauh ini, belum ada penambahan signifikan di zona endemik DBD di beberapa daerah Kab. Sukabumi, " katanya. Dinkes sudah sering melakukan sosialisasi tentang perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) kepada masyarakat di zona endemik DBD di Kab. Sukabumi. Namun kenyataannya sampai saat ini, warga yang tinggal di zona endemik masih sering terkena serangan DBD. "Beberapa daerah endemik DBD belum lama ini telah di-fogging. Namun, cara itu belum membuahkan hasil signifikan. Terbukti warga yang tinggal di sana masih sering terserang wabah DBD," ungkapnya. Dadang mengungkapkan, kunci utama meminimalisasi kasus DBD di lingkungan masyarakat adalah dengan melakukan PHBS secara kontinu, sedangkan fogging hanya sebagai alternatif. "Untuk itu, setiap masyarakat harus meningkatkan kesadarannya dalam melakukan kegiatan PHBS secara kontinu,

Cara mengusir nyamuk DBD

Demam berdarah tak mengenal musim. Sebab, banyak tempat yang memungkinkan nyamuk berkembang biak. “Telur serangga pembawa virus dengue ini tak perlu menunggu musim hujan untuk berubah menjadi larva,” jelas DR drh Upik Kesumawati Hadi MS.

Telur nyamuk demam berdarah terkenal ‘bandel.’ Ia masih bisa hidup meski berbulan-bulan tidak terkena air. “Begitu terkena air, telur dapat segera menuntaskan siklus hidupnya yakni berubah menjadi larva,” urai dokter hewan dari bagian Parasitologi dan Entomologi Kesehatan, Fakultas Kedokteran Hewan, Institut Pertanian Bogor (IPB) ini.

Setetes air bersih yang tergenang sudah cukup untuk menjadi tempat bertelur dan penetasan larva nyamuk demam berdarah. Sekali bertelur, sekitar 300 nyamuk baru akan terbang mencari mangsa. “Darah manusia diperlukan sang betina untuk pematangan telurnya,” kata Upik.

Banyak tempat di rumah yang dapat menjadi tempat nyamuk bertelur atau beristirahat. Seperti apa lokasi favorit nyamuk demam berdarah. “Untuk bertelur, serangga yang aktif di siang hari itu memerlukan genangan air bersih,” ujar Upik.

Sifatnya itu berbeda dengan nyamuk yang aktif di malam hari. Nyamuk yang kerap mengganggu aktivitas istirahat keluarga di saat mentari sudah terbenam ini membutuhkan air yang kotor untuk berkembang biak. “Biasanya di selokan,” ungkap Upik.

Nyamuk serta serangga pengganggu lainnya menyukai daerah yang gelap dan lembab. Sebut saja, celah sempit antara dinding dengan tempat tidur atau lemari. “Nyamuk suka beristirahat di situ,” kata Upik.

Nyamuk juga kerap mengincar bak mandi, kloset yang lama tidak terpakai, tangki air, penampung tetesan air dispenser, dan penampung air buangan kulkas sebagai tempat untuk bertelur. Khusus untuk bak mandi, pastikan Anda menyikatnya secara rutin. Ketika tampak bintik hitam, sikat dengan benar sebab telur nyamuk menempel kuat di dinding bak mandi dan masih bisa hidup kendati baknya dikeringkan. “Sedangkan pemberian larvasida per sendoknya cukup untuk 100 liter air dan tidak perlu dibersihkan lagi setelahnya,” ujar Upik.

Ada hal kecil lain yang bisa Anda lakukan untuk menghalau nyamuk demam berdarah. Dengan membalikkan gayung setelah dipakai, contohnya. “Lalu, tutup kloset jika rumah akan ditinggal kosong selama sepekan lebih."
Nyamuk juga menyukai bau keringat manusia. Itu sebabnya mereka kerap ditemui berkerumun di pakaian bekas pakai yang tergantung. “Jangan gantung baju dalam waktu lama agar tidak menjadi tempat istirahat nyamuk,” katanya mengingatkan.

Beralih ke luar rumah, Upik mengajak untuk mencermati pekarangan. Tanaman yang bersemak rimbun biasanya menjadi tempat hinggapnya nyamuk. “Pangkas pendek saja sambil menyemprotkan anti nyamuk untuk mengenyahkan nyamuk dewasa,” saran Upik.

Masih di pekarangan, tanaman yang ‘berketiak’ seperti jenis nanas-nanasan berpotensi menyimpan air. Karenanya, rajinlah mengeringkannya. “Singkirkan pula piring tatakan pot atau rutinlah mengeringkannya.”

Lalu, jika ada sampah yang dapat menampung air, segera angkat dari halaman. Anda bisa mendaur ulang, menimbunnya, atau membuangnya. “Sedangkan bagi Anda yang memiliki kolam di taman, peliharalah beberapa ekor ikan sebagai predator alami larva nyamuk,” 

Alur kerja DBD

Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) {bahasa medisnya disebut Dengue Hemorrhagic Fever (DHF)} adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus, yang mana menyebabkan gangguan pada pembuluh darah kapiler dan pada sistem pembekuan darah, sehingga mengakibatkan perdarahan-perdarahan.

Penyakit ini banyak ditemukan didaerah tropis seperti Asia Tenggara, India, Brazil, Amerika termasuk di seluruh pelosok Indonesia, kecuali di tempat-tempat ketinggian lebih dari 1000 meter di atas permukaan air laut. Dokter dan tenaga kesehatan lainnya seperti Bidan dan Pak Mantri ;-) seringkali salah dalam penegakkan diagnosa, karena kecenderungan gejala awal yang menyerupai penyakit lain seperti Flu dan Tipes (Typhoid).

  • Tanda dan Gejala Penyakit Demam Berdarah Dengue


  • Masa tunas / inkubasi selama 3 - 15 hari sejak seseorang terserang virus dengue, Selanjutnya penderita akan menampakkan berbagai tanda dan gejala demam berdarah sebagai berikut :

    1. Demam tinggi yang mendadak 2-7 hari (38 - 40 derajat Celsius).
    2. Pada pemeriksaan uji torniquet, tampak adanya jentik (puspura) perdarahan.
    3. Adanya bentuk perdarahan dikelopak mata bagian dalam (konjungtiva), Mimisan (Epitaksis), Buang air besar dengan kotoran (Peaces) berupa lendir bercampur darah (Melena), dan lain-lainnya.
    4. Terjadi pembesaran hati (Hepatomegali).
    5. Tekanan darah menurun sehingga menyebabkan syok.
    6. Pada pemeriksaan laboratorium (darah) hari ke 3 - 7 terjadi penurunan trombosit dibawah 100.000 /mm3 (Trombositopeni), terjadi peningkatan nilai Hematokrit diatas 20% dari nilai normal (Hemokonsentrasi).
    7. Timbulnya beberapa gejala klinik yang menyertai seperti mual, muntah, penurunan nafsu makan (anoreksia), sakit perut, diare, menggigil, kejang dan sakit kepala.
    8. Mengalami perdarahan pada hidung (mimisan) dan gusi.
    9. Demam yang dirasakan penderita menyebabkan keluhan pegal/sakit pada persendian.
    10.Munculnya bintik-bintik merah pada kulit akibat pecahnya pembuluh darah.

  • Proses Penularan Penyakit Demam Berdarah Dengue


  • Penyebaran penyakit DBD ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus, sehingga pada wilayah yang sudah diketahui adanya serangan penyakit DBD akan mungkin ada penderita lainnya bahkan akan dapat menyebabkan wabah yang luar biasa bagi penduduk disekitarnya.

  • Pengobatan Penyakit Demam Berdarah


  • Fokus pengobatan pada penderita penyakit DBD adalah mengatasi perdarahan, mencegah atau mengatasi keadaan syok/presyok, yaitu dengan mengusahakan agar penderita banyak minum sekitar 1,5 sampai 2 liter air dalam 24 jam (air teh dan gula sirup atau susu).

    Penambahan cairan tubuh melalui infus (intravena) mungkin diperlukan untuk mencegah dehidrasi dan hemokonsentrasi yang berlebihan. Transfusi platelet dilakukan jika jumlah platelet menurun drastis. Selanjutnya adalah pemberian obat-obatan terhadap keluhan yang timbul, misalnya :
    - Paracetamol membantu menurunkan demam
    - Garam elektrolit (oralit) jika disertai diare
    - Antibiotik berguna untuk mencegah infeksi sekunder

    Lakukan kompress dingin, tidak perlu dengan es karena bisa berdampak syok. Bahkan beberapa tim medis menyarankan kompres dapat dilakukan dengan alkohol. Pengobatan alternatif yang umum dikenal adalah dengan meminum jus jambu biji bangkok, namun khasiatnya belum pernah dibuktikan secara medik, akan tetapi jambu biji kenyataannya dapat mengembalikan cairan intravena dan peningkatan nilai trombosit darah.

  • Pencegahan Penyakit Demam Berdarah


  • Pencegahan dilakukan dengan menghindari gigitan nyamuk diwaktu pagi sampai sore, karena nyamuk aedes aktif di siang hari (bukan malam hari). Misalnya hindarkan berada di lokasi yang banyak nyamuknya di siang hari, terutama di daerah yang ada penderita DBD nya. Beberapa cara yang paling efektif dalam mencegah penyakit DBD melalui metode pengontrolan atau pengendalian vektornya adalah :

    1. Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), pengelolaan sampah padat, modifikasi tempat. perkembangbiakan nyamuk hasil samping kegiatan manusia, dan perbaikan desain rumah.
    2. Pemeliharaan ikan pemakan jentik (ikan adu/ikan cupang) pada tempat air kolam, dan bakteri (Bt.H-14).
    3. Pengasapan/fogging (dengan menggunakan malathion dan fenthion).
    4. Memberikan bubuk abate (temephos) pada tempat-tempat penampungan air seperti, gentong air, vas bunga, kolam, dan lain-lain.

    13 Komentar:

    • info ini akan kumanfaatkan sebagai bahan presentasi tugas pascasarjana
    • Buat Arjunnida, semoga artikel kami bermanfaat.
    • wah, informasinya berguna banget, makasih ya
    • trims banget artikelnya, lg butuh artikel simple tapi informatif..makasih ya...
    • halo, namaku Ayu. aku dari sekolah high scope indonesia, di sekolahku ada semacam tugas kelompok. kebetulan kelompokku mendapatkan topik demam berdarah. dan ide besarnya "bagaimana cara menyembuhkan dan mengobati penyakit yang datang dengan patogen baru?". jadi, pertanyaanku, bagaimana cara menyembuhkan penyakit demam berdarah dengan patogen baru?
      sebelumnya, saya dan kelompok saya berterimakasih.
      bisa balas lewat ym?
      atau lewat chat box di blog: http://i-intan.blogspot.com
      ym: intttanayu

      terima kasih.
    • Artikel menarik... Untuk yang mengalami atau mendapat cobaan demam berdarah, sedikit tips dan kiat penyembuhan Demam Berdarah di 
      Gejala Sakit Demam Berdarah dan Penyembuhannya
       ada di blog k-4-s.info.
      semoga bermanfaat
    • Penelitian Terbaru : Wakasa Gold, Mempercepat Penyembuhan Demam Berdarah Print E-mail


      Tim peneliti dari Bagian Penyakit Dalam Rumah Sakit Karya Bhakti Bogor dan Departemen Gizi Masyarakat Fakultas Ekologi Manusia Institut Pertanian Bogor melakukan penelitian terhadap penggunaan Wakasa Gold untuk percepatan peningkatan trombosit pada penderita penyakit demam berdarah.


      Penelitian dilakukan bulan Mei 2009 hingga Oktober 2009 terhadap pasien demam berdarah di Rumah Sakit Karya Bhakti Bogor. Dan ini adalah penelitian CGF pertama di dunia untuk masalah penyakit tropis.



      Hasil penelitian

      Penderita demam berdarah yang diberikan Wakasa Gold menjalani masa perawatan lebih pendek / penyembuhan lebih cepat
      Kenaikan trombosit dan penurunan hematokrit terjadi lebih cepat.
      CGF sangat membantu pengobatan penderita demam berdarah, dengan konsep regenerative medicine yaitu melengkapi kebutuhan gizi secara seimbang untuk mengoptimalkan regenerasi sel.

    Ciri-ciri penderita DBD

    Demam berdarah (DB) atau demam berdarah dengue (DBD) adalah penyakit demam akut yang ditemukan di daerah tropis, dengan penyebaran geografis yang mirip dengan malaria. Penyakit ini disebabkan oleh salah satu dari empat serotipe virus dari genus Flavivirus, famili Flaviviridae. Setiap serotipe cukup berbeda sehingga tidak ada proteksi-silang dan wabah yang disebabkan beberapa serotipe (hiperendemisitas) dapat terjadi. Demam berdarah disebarkan kepada manusia oleh nyamuk Aedes aegypti.
    Tanda dan gejala
    Penyakit ini ditunjukkan melalui munculnya demam secara tiba-tiba, disertai sakit kepala berat, sakit pada sendi (mialgia), sakit pada otot (artralgia) dan ruam; ruam demam berdarah mempunyai ciri-ciri merah terang, petekial dan biasanya mucul dulu pada bagian bawah badan - pada beberapa pasien, ia menyebar hingga menyelimuti hampir seluruh tubuh. Selain itu, radang perut bisa juga muncul dengan kombinasi sakit di perut, rasa mual, muntah-muntah atau diare, pilek ringan disertai batuk-batuk. Kondisi waspada ini perlu disikapi dengan pengetahuan yang luas oleh penderita maupun keluarga yang harus segera konsultasi ke dokter apabila pasien/penderita mengalami demam tinggi 3 hari berturut-turut. Banyak penderita atau keluarga penderita mengalami kondisi fatal karena menganggap ringan gejala-gejala tersebut.

    Demam berdarah umumnya lamanya sekitar enam atau tujuh hari dengan puncak demam yang lebih kecil terjadi pada akhir masa demam. Secara klinis, jumlah platelet akan jatuh hingga pasien dianggap afebril.

    Sesudah masa tunas / inkubasi selama 3 - 15 hari orang yang tertular dapat mengalami / menderita penyakit ini dalam salah satu dari 4 bentuk berikut ini :

    * Bentuk abortif, penderita tidak merasakan suatu gejala apapun.

    * Dengue klasik, penderita mengalami demam tinggi selama 4 - 7 hari, nyeri-nyeri pada tulang, diikuti dengan munculnya bintik-bintik atau bercak-bercak perdarahan di bawah kulit.

    * Dengue Haemorrhagic Fever (Demam berdarah dengue/DBD) gejalanya sama dengan dengue klasik ditambah dengan perdarahan dari hidung (epistaksis/mimisan), mulut, dubur, dsb.

    * Dengue Syok Sindrom, gejalanya sama dengan DBD ditambah dengan syok / presyok. Bentuk ini sering berujung pada kematian.

    Karena seringnya terjadi perdarahan dan syok maka pada penyakit ini angka kematiannya cukup tinggi, oleh karena itu setiap Penderita yang diduga menderita Penyakit Demam Berdarah dalam tingkat yang manapun harus segera dibawa ke dokter atau Rumah Sakit, mengingat sewaktu-waktu dapat mengalami syok / kematian.

    Penyebab demam berdarah menunjukkan demam yang lebih tinggi, pendarahan, trombositopenia dan hemokonsentrasi. Sejumlah kasus kecil bisa menyebabkan sindrom shock dengue yang mempunyai tingkat kematian tinggi.
    [sunting] Diagnosis

    Diagnosis demam berdarah biasa dilakukan secara klinis. Biasanya yang terjadi adalah demam tanpa adanya sumber infeksi, ruam petekial dengan trombositopenia dan leukopenia relatif.

    Serologi dan reaksi berantai polimerase tersedia untuk memastikan diagnosa demam berdarah jika terindikasi secara klinis.

    Mendiagnosis demam berdarah secara dini dapat mengurangi risiko kematian daripada menunggu akut.
    [sunting] Pencegahan

    Tidak ada vaksin yang tersedia secara komersial untuk penyakit demam berdarah.

    Pencegahan utama demam berdarah terletak pada menghapuskan atau mengurangi vektor nyamuk demam berdarah. Insiatif untuk menghapus kolam-kolam air yang tidak berguna (misalnya di pot bunga) telah terbukti berguna untuk mengontrol penyakit yang disebabkan nyamuk, menguras bak mandi setiap seminggu sekali, dan membuang hal - hal yang dapat mengakibatkan sarang nyamuk demam berdarah Aedes Aegypti.

    Hal-hal yang harus dilakukan untuk menjaga kesehatan agar terhindar dari penyakit demam berdarah, sebagai berikut:

    1. Melakukan kebiasaan baik, seperti makan makanan bergizi, rutin olahraga, dan istirahat yang cukup;
    2. Memasuki masa pancaroba, perhatikan kebersihan lingkungan tempat tinggal dan melakukan 3M, yaitu menguras bak mandi, menutup wadah yang dapat menampung air, dan mengubur barang-barang bekas yang dapat menjadi sarang perkembangan jentik-jentik nyamuk, meski pun dalam hal mengubur barang-barang bekas tidak baik, karena dapat menyebabkan polusi tanah. Akan lebih baik bila barang-barang bekas tersebut didaur-ulang;
    3. Fogging atau pengasapan hanya akan mematikan nyamuk dewasa, sedangkan bubuk abate akan mematikan jentik pada air. Keduanya harus dilakukan untuk memutuskan rantai perkembangbiakan nyamuk;
    4. Segera berikan obat penurun panas untuk demam apabila penderita mengalami demam atau panas tinggi;
    5. Jika terlihat tanda-tanda syok, segera bawa penderita ke rumah sakit.

    Cara Memberantas DBD

    PEMBERANTASAN PENYAKIT DEMAM BERDARAH DENGUE (DB/DHF)



    PEMBERANTASAN PENYAKIT DEMAM BERDARAH DENGUE

    APA PENYAKIT DBD ITU?
    • Penyakit demam berdarah dengue (DBD) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti. Tanda tanda penyakit ini adalah panas mendadak disertai dengan perdarahan. Bila tidak segera mendapat pertolongan dapat menyebabkan kematian dalam waktu beberapa hari. (Depkes. RI 1998)
    • Penyakit ini belum ada obatnya. Pertolongan utama yang dapat dilakukan adalah memberi minum sebanyak mungkin atau memberi infus (memasukan cairan melalui pembuluh darah yang jamlahnya disesuaikan dengan keadaan penderita). Maksud pertolongan ini adalah untuk mencegah agar penyakitnya tidak menjadi lebih parah. . (Depkes. RI 1995)

    MENGAPA PENYAKIT DBD PERLU DIBERANTAS?
    • Penyakit DBD perlu diberantas karena:
    1. Penyakit ini sering menimbulkan wabah dan menyebabkan kematian pada banyak orang dalam waktu singkat.
    2. Penyakit DBD semakin menyebar luas sejalan dengan meningkatnya arus transportasi dan kepadatan penduduk.
    3. Semua desa mempunyai resiko untuk terjangkit penyakit DBD karena nyamuk penularnya (aedes aegypti) tersebar luas di seluruh pelosok tanah air, kecuali yang ketinggianya lebih dari 1000 meter diatas permukaan laut. . (Depkes. RI 1995)

    CARA MEMBERANTAS PENYAKIT DBD
    • Untuk memberantas penyakit DBD, seluruh masyarakat harus menjaga kebersihan agar rumah dan lingkunganya bebas dari nyamuk Aedes aegypti. Nyamuk Aedes aegypti suka berkembang di tempat penampungan air seperti bak mandi, bak WC, tempayan, drum dan barang barang yang memungkinkan air tergenang seperti tempat minum burung, pot tanaman air, vas bunga, ban bekas, kaleng kaleng bekas, plastik bekas, tempurung kelapa dan lain lain yang dibuang sembarangan. . (Depkes. RI 1995)
    • Oleh karena itu untuk memberantas nyamuk Aedes aegypti dilakukan dengan cara:
    1. Menguras tempat tempat penampungan air sekurang kurangnya seminggu sekali atau menutupnya rapat rapat atau menaburkan racun pembasmi jentik (abate) yang disebut dengan istilah abatisasi
    2. Mengubur atau menyingkirkan barang barang bekas dan sampah sampah linya yang dapat menampung air hujan sehingga dapat menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk. . (Depkes. RI 1999)
    • Cara cara diatas dikenal dengan istilah Pemberantasan Sarang Nyamuk Demam Berdarah Dengue (PSN-DBD). Penyemprotan racun serangga (fogging) juga dapat membunuh nyamuk, tetapi jika jentik jentiknya dibiarkan hidup, maka jentik itu akan menetas menjadi menjadi nyamuk nyamuk baru. Dengan demikian penyemprotan tidak dapat memberantas nyamuk secara tuntas. . (Depkes. RI 1995)

    BAGAIMANA CARA AGAR MASYARAKAT BERPERAN SERTA DALAM PSN-DBD?
    • Semua keluarga harus diberi informasi tentang penyakit DBD dan dimotivasi untuk melaksanakan PSN-DBD secara terus menerus, sehingga PSN-DBD dan pemeliharaan kebersihan lingkungan menjadi kebiasaan sehari hari bagi tiap keluarga. . (Depkes. RI 1995)

    Kegiatan pokok yang dapat dilakukan untuk menggerakan peran serta masyarakat dalam PSN-DBD adalah:
    1. Kunjungan rumah secara berkala untuk memberikan penyuluhan secara langsung kepada keluarga dan melakukan pemeriksaan jentik.
    2. Pertemuan pertemuan kelompok masyarakat seperti arisan, pertemuan PKK, pengajian, penyuluhan di Posyandu dan lain lain.
    3. Kerjabakti secara berkala untuk membersihkan lingkungan dan melaksanakan PSN-DBD . (Depkes. RI 1998)
    • Agar kegiatan penggerakan peran serta masyarakat dapat terlaksana secara berkesinambungan, diperlukan penggerak dari tokoh masyarakat di desa yang tergabung dalam Kelompok Kerja Pemberantasan Penyakit Demam Berdarah Dengue (POKJA DBD) yan mengkordinasikan kegiatan kegiatan tersebut diatas. . (Depkes. RI 1995)

    REFERENSI
    1. Bart, Smert (1994). Psikologi Kesehatan. Jakarta: Gramedia
    2. Ewles, Linda, Ina Simmet (1994). Promosi Kesehatan, Terjemahan Ova Emilia. Jogjakarta: Gajah Mada University Press
    3. Departemen Kesehatan RI. (2002). Promosi Kesehatan dalam Era Desentralisasi, Jakarta: Pusat Promosi Kesehatan Dep.Kes.RI
    4. Departemen Kesehatan RI. (2002). Advokasi Kesehatan menuju Indonesia Sehat 2010, Jakarta: Pusat Promosi Kesehatan Dep.Kes.RI
    5. Departemen Kesehatan RI. (2002). Pemberdayaan Masyarakat Bidang Kesehatan, Jakarta: Pusat Promosi Kesehatan Dep.Kes.RI
    6. Departemen Kesehatan RI. (1995). Menuju Desa Bebas Demam Berdarah, Jakarta: Dirjen P2PL. Dep.Kes.RI
    7. Departemen Kesehatan RI. (1990). Petunjuk Teknis Pemantauan Jentik Berkala, Jakarta: Dirjen P2PL. Dep.Kes.RI
    8. Departemen Kesehatan RI. (1999). Petunjuk Tehnis Bulan Bakti Gerakan 3M Demam Berdarah Dengue (DBD), Jakarta: Dirjen P2PL. Dep.Kes.RI
    9. Departemen Kesehatan RI. (1998). Menggerakan Masyarakat dalam ”3M” guna Memberantas Demam Berdarah Dengue (DBD), Jakarta: Dirjen P2PL. Dep.Kes.RI
    10. Notoatmojo, Soekijo. (2003). Pendidikan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta : PT Rineka Cipta

    My Blog List

    Lorem Ipsum

    About This Blog

    Lorem Ipsum

    Lorem Ipsum

    Lorem

    beberapa jenis penyakit

    penyakit kelenjar

    Tutorial Blog

    Diberdayakan oleh Blogger.

    Simple Me..

    Pengikut